Archive for January, 2013

hidup itu penuh dengan pilihan2


2013
01.26

Lain dulu lain sekarang….

Jaman semakin cepat berubah, waktu semakin cepat berjala. Dan perubahan-perubahan itu memberi ampak pada dua sisi, dampak positif dan negatif.Seperti yang selalu banyak orang bilang, “HIdup itu Pilihan”, dan kita sendiri yang akan menentukan arahnya. Sekarang, orang-orang lebih suka dengan yang instan-instan, atau hal-hal yang serba teknologi, karena kenyataannya teknologi memang sangat mempermudah hidup kita.

Dulu semasa aku kecil, belum banyak orang punya komputer, apalagi laptop dan segala gadget-gadget yang sekarang banyak dibeli orang. Dulu, sewaktu aku kecil,permainan yang sering dimainkan oleh anak-anak seusiaku itu sejenis lompat tali, petak umpet, dakon, bola beke. Agak gede sedikit sudah ada game bot, belum ada PS juga kayanya. Ketika beranjak SMP kelas 3 (kalo ga salah inget) baru ada HP, itu juga ga sekeren dan secanggih sekarang, belum smartphone. Harga perdananya saja masih sangat mahal, ga seperti harga perdana sekarang yang nominalnya lebih murah dari harga segelas jus. Masuk ke SMA sudah mulai kenalan sama teknologi, sebatas chatting, dll. Tapi jaman itu juga belum marak laptop, belum seperti sekarang. Sekarang laptop udah bukan kebutuhan sekunder lagi, tapi sudah seperti kebutuhan primer. Lihat saja, hampir semua orang punya laptop, bahkan anak playgrop aja ada yg punya laptop. Seiring berjalannya teknologi, permainan anak-anak pun bergeser, dari yang permainan sekedar lari2an, atau pake alat sederhana, sekarang anak2 lebih suka mainan gadget, seperti Tablet PC dan lain sebagainya.Perubahan itu yang secara tidak langsung juga merubah pola hidup mereka. “anak sekarang” lebih suka berautis-ria di depan laptop, atau bb, atau tablet, akibatnya cara bersosialisasinya pun kurang, terkadang salah dalam menempatkan diri, dlsbg. Sebenarnya ketika kita bermain dengan orang lain, kita belajar bagaimana bersosialisasi, bagaimana menghormati orang lain, menghargai pendapat atau keinginan orang lain, bagaimana bersikap sopan di depan orang, dst.

Ketika jamannya jadi mahasiswa kalo ada tugas perginya ke perpustakaan, buka textbook yang tebelnya aja bisa pingsan kalo dipake buat nimpuk kucing. Dulu awal jaman kuliah belum ada Wi-fi di sekitar kampus, kalo mau ngenet mesti ke SIC (student internet center), dan kalo lagi rame mesti antri, atau pergi ke warnet. Kalo sekarang teknologi sudah semakin maju, tinggal buka laptop, connect Wi-fi, tersambunglah interne dan bisa googling apa aja. Kalo ada tugas bingung, buka aja google. “Tanya aja sama mbah google”. Karena kenyataannya hampir smua ada. mau cari artikel apa aja gampang, artikelnya banyak,  Instan, cepat, bisa di copy paste pula. :p. Ga perlu repot-repot ke perpustakaan , cari katalog, buka-buka buku, dibaca, mesti ditulis dulu di kertas, terus diketik ulang. Selain itu, sambil cari tugas di internet, masih bisa sambil ber-social networking, bisa sambil buka FB, Twiiter, Plurk, dll. Dan mungkin cuma sedikit yg buka artikel-artikel ilmiah :D

Dan inilah yang melanda kebanyakan anak-anak” jaman sekarang. Mereka lebih suka segala sesuatu yang instan,cepat, mudah dan terpenuhi semua keinginannya. Semua karena fasilitas dan majunya teknologi. Pola seperti ini yang nampaknya berpengaruh besar pada pola hidup mereka.. “Kalo bisa instan dan gampang, kenapa mesti repot-repot”.

Dan itu juga mungkin yang berlaku ketika mahasiswa mau ujian. “Ah, bseok kalo nilai ujiannya jelek kan masih ada remidi” (mungkin ini yg terjadi pada beberapa mahasiswa). “remidinya paling soalnya sama (maaf kalo kesimpulan ini salah, silahkan disanggah :) ). Beberapa hari yang lalu, terdengar percakapan beberapa mahasiswa yang ga sengaja saya dengar :

A : kamu mau ikut remidi ya. Kalo mau remidi itu belajar lagi, nanti ga belajar.

B : paling-paling soalnya sama kaya ujian kemarin

Dan kemudian saya berlalu tanpa tau percakapan berikutnya, dalam hatipun saya menjawab : (kalo gitu paling-paling nilainya sama).

“Kesempatan kedua pastinya akan lebih sulit daripada kesempatan pertama” itu yang selalu saya ingat selama ini. Karena kepercayaan itu bukan hal yang murah, kepercayaan itu sangat mahal, saking mahalnya sampai tidak terbeli. So, mari manfaatkan setiap kesempatan yang ada, karna kita tidak pernah tau apakah akan ada kesempatan kedua atau tidak. Jangan pernah menggampangkan segala sesuatunya, tapi juga jangan buat itu rumit. Just take it easy. Karna “hidup itu penuh dengan pilihan” dan kita sendiri yang akan memutuskan dan bertanggungjawab atas pilihan-pilihan itu. :)