Etika berkomunikasi (SMS atau e-mail)

2014
05.30

Dear all my students,

Apakah kalian pernah mengirim kepada saya dan tidak saya balas? Jawabannya mungkin karena smsnya kurang sopan, dikirim di saat yg tidak tepat, tanpa memberikan identitas, dan masih banyak lg alasan lainnya. Ada beberapa tipe sms yg pernah sy terima.

 

1.        tipe tanpa identitas :

“Ibu ada di mana???? ”

“Bu, ibu ada di mana sekarang? Hari ini ke kampus gak bu?”

“Ibu dimana? apakah ibu ada di ruangan?”

“bu, saya mau konsultasi. ibu bisa ditemui jam berapa ?”

“Selamat sore bu, sekarang bu shinta ada di ruangan?”

“bu, blognya dipassword, passwordnya apa?”

“bu, kisi-kisi ujian untuk besok pagi apa?”

 

Jika anda hanya menuliskan maksud anda “ibu, saya mau ketemu”, dosen anda tentu bingung ini sms dari siapa? tukang kredit? petugas asuransi? sales buku? kolega bisnis? atau mahasiswa?

 

2.      tipe memerintah :

“Bu saya … dari kelas … Boleh minta slide kuliah gak bu? Kirimin ke email aja ya bu, makasih…”

“Bu. Nilai mata kuliah XXX saya belum keluar. Kapan nilainya diupload”

“bu, sy X, mau ujian susulan, kira-kira kapan bisa ujian? Bisa minta ujian susulan UTS sekarang apa tidak bu?”

“Buk, saya X, Kelas XX, 1234567890. Saya mau tanya tentang nilai MK KP yang Ibuk upload di website UB Ibuk. Nilai tugas saya kok tidak ada ya? Padahal, saya udah ngumpulin semua tugas. Tolong infonya lebih lanjut. Terima kasih.”

 

dosen pada umumnya orang yang usianya lebih tua dari anda, jadi, jangan memerintahkannya untuk melakukan sesuatu seperti anda ngobrol dengan teman anda. anda bisa memintanya dengan gaya yang lebih sopan. misalkan : saya membutuhkan slide kuliah ibu untuk bahan belajar, dimana saya bisa mendapatkannya bu?

 

3. tipe alay :

“SoRe bu..ApA be5ok 4da kul!ah Ga’ ea?”

“Oowh gitchu ya buk…., mu u cih bingits ya buk….”

 

bagi mahasiswa, tulisan 4L4y mungkin lucu dan menarik, tapi bagi dosen, tentu butuh waktu khusus untuk mencerna tulisan anda.dan untungnya tidak pernah ada mahasiswa yg mengirim sms dengan tipe alay

 

4.      tipe sok penting

“Bu, ujian susulannya ndak jadi hari ini karena saya masih di luar kota. Besok saja jam 9 ya bu.”
“Bu, ini saya masih ngeprint, tunggu yaa…”

“Bu, sy X yg janjian mau ujian susulan siang ini. maaf bu sy ada ujian jg, bisa ga diganti hari lain?”

 

bagi mahasiswa, jika waktu yang dijanjikan oleh dosen bertabrakan dengan acara lain yang lebih penting, anda bisa membalasnya dengan pilihan bahasa lain, seperti : “maaf bu, untuk jam 2 saya masih kuliah, bagaimana jika setelah jam 3?” Tapi, jika sudah janjian ya sebaiknya tidak membatalkan sepihak kecuali ada kegiatan yg sangat urgent :)

 

Jika Anda pernah mengirim sms dengan bahasa sms di atas, dan tidak sy balas, kira-kira ada beberapa penyebabnya :


1. waktu yang kurang tepat

dosen bukanlah layanan mesin penjawab yg stand-by 24 jam. Jadi jika ingin mengirim sms, kirimkan di jam aktif (07.00-18.00), tidak terlalu pagi, atau kelewat malam.

 

2. cara atau etika kurang baik.

Tipe-tipe sms diatas tentunya merupakan contoh sms yang kurang baik. jika anda mengirim sms dengan salah satu tipe diatas, dan tidak dibalas, maka itu wajar :D

 

3.  HP mati, low batt atau pulsa habis

meskipun anda sudah berbahasa sopan, dikirim pada saat yang tepat, tapi HP dosen lowbatt atau habis pulsa, maka sms anda tidak akan dibalas. tapi saya yakin, jika dosen anda baik, dan sms anda sudah baik, setelah terisi pulsa/energy, dia akan segera membalas sms anda.

 

Bagaimana sms yang baik?

 

1.  dimulai dengan salam

sms yang baik, dimulai dengan salam. Tuliskan assalamu’alaikum wr wb atau assalamu’alaikum (jangan disingkat : ass, mekum, askum, karena hakikatnya salam adalah doa, jadi jangan disingkat. Dan jangan disingkat dengan “ass”, silahkan di cek di kamus apa artinya :D ), atau selamat pagi, siang, sore…..

 

2.  sebutkan identitas anda

dosen anda bukanlah phone book berjalan. Jadi saya pun tidak akan menyimpan semua nomor telepon mahasiswa di ponsel. Jadi, sebaiknya anda sebutkan identitas anda sesuai dengan keperluan. misalkan : saya Shinta Rosalia, mahasiswa MK X (atau mahasiswa angkatan 20XX), kelas A, tidak perlu menyebutkan NIM :D .

 

3.  tuliskan keperluan anda dengan singkat dan jelas

jangan terlalu bertele-tele, singkat tapi tetap memperhatikan kesopanan. misalkan : hari ini saya ingin bimbingan skripsi, apakah ibu ada waktu?

 

4.  ucapkan maaf untuk menunjukkan kerendahan hati anda.

Kata maaf tidaklah selalu diucapkan atas kesalahan, tapi juga untung permohonan izin. Mungkin saja ketika kita sms, dosen sedang sibuk. Misalnya anda ingin menelpon dosen, ucapkan “Maaf, apa Ibu bisa saya telpon sekarang?” atau “Maaf, kapan bapak bisa saya telpon?”

ma·af n 1 pembebasan seseorang dr hukuman (tuntutan, denda, dsb) krn suatu kesalahan; ampun: minta –; 2 ungkapan permintaan ampun atau penyesalan: — , saya datang terlambat; 3 ungkapan permintaan izin untuk melakukan sesuatu: — , bolehkah saya bertanya;

 

5.      akhiri dengan ucapan terima kasih

 

contoh mengirimkan sms yg baik :

Selamat pagi bu, saya XXXXX, mahasiswa angkatan XXX (atau mahasiswa MK XXXX), kelas XXXX, maaf bu, saya mau menanyakan apakah besok ibu ada waktu untuk bimbingan skripsi? terima kasih.

 

 “SMS adalah pesan singkat, kira-kira panjangnya 160 karakter. SMS bukan telegram, juga bukan email, jadi, tuliskan semuanya dalam pesan singkat, tapi tetap menjaga kesopanan”

demikian sekilas info tentang etika ber sms, baik untuk mengirim sms kepada dosen atau kepada orang yang lebih tua.

 

Well, di samping bahasa komunikasi melalui sms, juga ada aturan dalam komunikasi melalui e-mail. Apabila Anda ingin mengirimkan email kepada dosen, atau kepada siapapun, akan lebih baik jika menggunakan bahasa yang baik karena bahasa yang baik menunjukkan etika yang baik dari seseorang. Apabila anda ingin mengirimkan email, baik untuk mengumpulkan tugas, konsultasi atau untuk hal yang lainnya, sebaiknya begini.

  1. Apabila anda ingin mengirimkan tugas kuliah, jangan hanya mengirimkan attachment tanpa redaksional. Nah bagaimana menuliskan redaksionalnya? Tidak perlu basa-basi yang panjang. Tapi singkat dan jelas pada inti masalahnya.
  2. Tuliskan kepada siapa kita akan mengirim email. Misalnya : Yth Bu Shinta, atau Dear Ms XXX
  3. Ucapkan salam, misalkan assalamualaikum wr wb, selamat siang, selamat pagi
  4. Seperti pada sms, anda sebaiknya menuliskan identitas anda, misalnya : saya, shinta rosalia, mahasiswa kelas XXX
  5. Kemudian tuliskan keperluan anda. Misalnya : Berikut saya kirimkan tugas mata kuliah teknik bioseparasi. Dst…
  6. Akhiri dengan terimakasih
  7. Jangan lupa tuliskan salam penutup, misalnya :

Hormat saya

Shinta

 

Atau

Best regards, atau Regards

Shinta

 

Seseorang yang beretika baik, akan dipandang hormat oleh orang lain. Komunikasi yang baik, melalui sms maupun e-mail mencerminkan etika seseorang dalam berkomunikasi. Saya menuliskan ini bukan karena “gila hormat”, hanya supaya kita semua terbiasa beretika baik dalam komunikasi, baik lisan maupun tulisan, karena komunikasi penting dalam dunia kerja nanti. Semoga Bermanfaat. Love U, all :)

“CHANGE YOUR ATTITUDE, CHANGE YOUR LIFE”

2 Responses to “Etika berkomunikasi (SMS atau e-mail)”

  1. Avatar of Syekhfani Syekhfani says:

    Sama bu Shinta, semua yang ditulis tentang sms tersebut pernah saya terima. Mudah-mudahan materi dalam m.a. Etika Profesi (khususnya profesi sebagai mahasiswa) dapat membantu ke arah cara sms yang beretika baik. Terima kasih atas postingnya. Salam, Syekhfani Harun.

Your Reply

You must be logged in to post a comment.