Archive for the ‘science’ Category

Sumber energi baru : Thorium


2012
06.28

Persatuan Insinyur Indonesia masih mengkaji potensi thorium atau nuklir jinak di sejumlah daerah sebagai energi alternatif untuk masa depan.

“Ketersediaan thorium sebagai sumber energi lebih lama dibandingkan dengan energi yang lain. Selain itu, pemanfaatannya bisa mencapai ratusan juta tahun,” kata Wakil Ketua Badan Kejuruan Mesin Persatuan Insinyur Indonesia, Bambang Purwohadi, di Jakarta, Kamis (21/6/2012).

Bambang menuturkan, bila rencana tersebut telah terealisasi, diharapkan bisa mendukung kebutuhan energi dalam negeri yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Energi masih menjadi permasalahan utama nasional saat ini, sehingga potensi energi alternatif sangat diperlukan,” ujarnya.

Thorium bisa menjadi energi alternatif karena ramah lingkungan sehingga masyarakat diharapkan tidak khawatir dengan penggunaan energi ini.

“Tenaga nuklir memang dikhawatirkan warga karena tingginya radiasi yang ditimbulkan. Meski thorium merupakan nuklir, tapi ramah lingkungan,” papar Bambang.

Sejauh ini, lokasi potensi energi alternatif di dalam negeri masih dirahasiakan karena masih dalam tahap penelitian.

Sementara itu,  Sekretaris Jenderal Badan Kejuruan Mesin Persatuan Insinyur Indonesia (BKM PII), Handoko mengatakan, thorium sebagai energi baru bisa diaplikasikan untuk sektor otomotif.

“Diharapkan thorium bisa digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) yang ketersediaannya dinilai semakin menyusut,” katanya.

Sumber : Kompas, Thorium.Digadang-gadang.Jadi.Energi.Alternatif

New material – NOTT-202 – penyerap Karbon dioksida


2012
06.28

LONDON, KOMPAS.com – Ilmuwan asal Inggris menciptakan material baru yang mampu menyerap karbon dioksida (CO2). Temuan ini dipublikasikan di jurnal Nature Materials pada 3 Juni 2012 lalu.

Material baru ini dinamai NOTT-202. Diharapkan, material baru ini bisa menyelesaikan masalah konsentrasi CO2 yang tinggi di atmosfer hingga menyerap CO2 yang dihasilkan pabrik.

NOTT-202 bisa digolongkan sebagai metal organic framework. Jenis material tersebut terdiri dari atom unsur logam di bagian inti dan rantai karbon panjang di luarnya.

Ilmuwan selama ini mempercayai bahwa metal organic framework memang bisa menyerap gas. Dalam material ini, terdapat pori-pori yang bisa menjebak gas di dalamnya.

Masalah yang ada selama ini, metal organic framework yang selektif menyerap CO2 memiliki kapabilitas rendah. Dalam riset terbaru ini, ilmuwan Inggris menyelesaikan masalah itu.

Tim ilmuwan yang melakukan penelitian dipimpin oleh Sihai Yang dari School of Chemistry, University of Nottingham, Inggris.

NOTT-202 dibuat berdasarkan dua framework yang digabungkan secara tidak sempurna sehingga menyisakan celah berskala nano. Celah itulah memiliki kemampuan bagus menyerap CO2.

Seperti dikutip BBC, Selasa (12/6/2012), ilmuwan mengatakan bahwa jenis material yang dibuat dengan dua gabungan framework ini adalah jenis baru.

Ke depan, kata ilmuwan, bisa dikembangkan penggabungan lain yang sesuai untuk menyerap gas-gas tertentu lainnya.

Sumber : Kompas, Material.Baru.Penyerap.Karbon.Dioksida

Ref : J. nature material

penemuan antitumor : Rumput Laut


2012
06.28

Spesies ganggang coklat yang hidup di Indonesia memiliki potensi untuk mengobati kanker.

Demikian hasil bioprospeksi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi (BBRP2B) Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) baru-baru ini.

Jenis ganggang coklat yang berpotensi mengobat kanker tersebut adalah Turbinaria decurrens. Lewat pengujian, peneliti dari kedua lembaga tersebut mengetahui bahwa Turbinaria decurrens mampu membunuh sel tumor mulut rahim.

Laporan bahwa golongan ganggang atau rumput laut bisa mengobati ini sel kanker bukan pertama kalinya. Sebelumnya, ganggang merah jenis Rhodymenia palmata dan ganggang hijau jenis Ulva fasciata juga dilaporkan bisa membunuh sel tumor payudara.

“Rumput laut kaya akan senyawa flavonoids yang banyak dilaporkan mempunyai efek sebagai antitumor,” kata Nurrahmi Dewi Fajarningsih, salah satu peneliti yang terlibat riset ini.

Adanya fakta ini menunjukkan bahwa ganggang kaya manfaat. Pemanfaatannya kini harus diperluas, tak sebatas sebagai sumber karigin saja. Indonesia bisa mengelola ganggang sebagai sumber daya alam hayati bahan baku obat-obatan.

“Kalau kita berhasil menciptakan industri obat-obatan berbasis rumput laut, hasilnya bisa 5-6 kali lebih besar daripada nilai hasil budidaya ikan di Indonesia setahun,” Kepala Badan Litbang Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rizald M. Rompas.

Sumber : kompas, Rumput.Laut.Indonesia.Ampuh.Membunuh.Tumor

 

Unsur baru dalam TPU : Livermorium dan Flevorium


2012
06.28

NEW YORK, KOMPAS.com – Setelah hampir setahun bergabung dalam sistem periodik tabel sebagai angka saja, dua unsur buatan manusia resmi dinamai. Unsur pertama, yang sebelumnya disebut unsur 114, kini memiliki nama Flevorium. Nama diambil dari nama Flerov Laboratory of Nuclear Reactions di Dubna, Rusia, tempat dimana unsur ini dibuat. Sementara, unsur kedua adalah Livermorium, sebelumnya adalah unsur 116. Nama diambil dari Lawrence Livermore National Laboratory di California, asal tim ilmuwan yang menciptakan. Simbol unsur Flevorium adalah Fl sementara Livermorium adalah Lv. Unsur ini takkan bisa dijumpai di sekitar sebab hanya bisa dibuat dan hanya bisa bertahan selama beberapa detik. Dua nama unsur kimia tersebut dibuat tahun lalu oleh ilmuwan dengan menabrakkan atom. Nama telah disetujui oleh International Union of Pure and Applied Chemistry pada Rabu (29/5/2012).

Ref :Kompas, Livermorium.dan.Flevorium.Masuk.Tabel.Periodik.Unsur